Selasa, 07 Juli 2026

anatasya fatira atau anastasya fatira

Tahun 2024 gue mendatangi pernikahan teman gue bernama Marisa Nurhikmah, disitu gue melihat dekorasi nya banyak yang tidak sesuai dan sangat mengecewakan teman gue itu. dan ternyata Marisa menggunakan jasa vendor wedding dari Uli alias Bella dan Asep yang dimana mereka masih warga tangerang. jadi mereka ini menjual jasa Wedding Organizer yang terbilang sangat murah, mereka menawarkan banyak sekali benefit yang membuat client nya gak curiga. mereka meminta uang tambahan berupa DP dengan iming-iming akan memberi dekor yang sangat spesial. dan pada saat hari H acara client mereka, mereka tidak mendapatkan sesuai yang dijanjikan oleh Uli alias Bella atau Asep ini. dan parahnya rekan kerja sama mereka seperti MUA, Fotografer/videografer, dan rekan dekor lainnya hanya dikasih DP aja. setelah acara? gak ada pelunasan sama sekali.


setiap kali ada korbannya yang speakup, Uli dan Asep selalu bawa2 nama ormas banten PENDEKAR BANTEN yang akhirnya mereka speakup kalo sebenarnya mereka gak terlibat setelah gue berhasil melaporkan kejadian ini ke Polsek Jakarta Selatan. jadi Uli dan Asep ini punya komplotan yang mengaku PENDEKAR BANTEN, bahkan ada dua orang yang gue lupa namanya dia selalu mengancam dan meneror korban dan mengaku sebagai jurnalis yang dimana gak terdaftar. korban yang speakup karena kecewa di ancam UU ITE oleh mereka, bahkan dibuatkan disebuah berita (mabes news) buat menakuti nama korbannya.


gue berjuang mengumpulkan korban supaya mereka mau lapor dan bertindak. bahkan kami sudah coba pakai lawyer dari daerah jaktim kalau gasalah gue juga lupa siapa namanya. akhirnya dengan bayar sebesar 8jt rupiah, laporan itu berhasil masuk setelah berkali-kali drama karena Uli dan Asep punya temen yang paham celah hukum.

gue fikir dengan gue yang berstatus sebagai istri polisi ini bisa bantu para korbannya, ternyata TIDAK:) dan lawyer yg kita hire? gak ada kabar setelahnya.


gue paling vokal memperingati netizen supaya gak kemakan dengan Uli dan Asep ini karena gue sedih melihat salah satu organ tunggal yg hanya di DP 100rb kemudian gak ada pelunasan sama sekali. mereka memberikan performance terbaik mereka dipernikahan temen gue tapi nihil.

teman gue dengan berani dia datang kerumah Uli dan Asep yg ada didaerah tangerang yang berstatus kontrak itu. dan disana banyak banget komplotan mereka. Marisa nelpon gue dan disitu awalnya suami gue yang jawab seorang bintara Polri dari Mabes Polri. gue muak mendengar ocehan komplotan itu dan gue merebut HP gue dan gue menegaskan untuk gak lama-lama menipu orang lain.


setelahnya?? GONG! nama gue dicatut di website mereka dan menejelekkan nama gue yang berusaha menangkap orang yg udah gue laporin itu. gue merasa malu nama gue dicatut dalam berita sampah itu karena narasi nya kalian bisa liat sendiri betapa ngarang dan sampahnnya yang bener2 nunjukin bukan jurnalis dan bahkan Marisa bukan narasumber tapi dicatut sebagai narasumber.


setelah itu semua berlalu, kepolisian masih belum menangkap Uli dan Asep sampai detik ini which means udah hampir 2 tahun berlalu. dan korban nya terus bertambah, mereka berganti nama dekor lain.


gue masih ngerasa membatin, hukum diindonesia ini sebenernya mau gimana? dan kenapa seperti ini? ini bener2 mengecewakan gue dan membuat gue bertanya2 sama diri sendiri padahal gue juga adalah bagian dari keluarga Polri (penegak hukum). mungkin gue terlalu idealis, terlalu naif, tapi gue gak bisa jadi orang yang acuh tak acuh. gue berharap meskipun nama gue dicatut dalam berita sampah itu, jadi pengurang dosa buat gue karena itu adalah fitnah. gue mau lapor ke polisi juga udah cape karena laporan sebelumnya pun gada tindak lanjut sampe makan korban lagi.


gue berharap, fitnah yg ditujukan buat gue menjadi ladang pahala buat gue dan Allah menggantinya dengan cara lain yg lebih baik. gue tau dunia itu bukan tempat yang adil, itu sebabnya ada yang namanya Hari Pembalasan, Hari Perhitungan, dan Hari Pengadilan.

see you guys dihari pengadilan yang seadil-adilnya!:)